Menteri Susi: Orang Kita Bantu Pencuri Ikan Masuk RI

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyebut maraknya pencurian ikan(illegal fishing)di Indonesia tak lepas dari campur tangan orang Indonesia. Baik itu kebijakan yang lemah maupunsistem penegakan hukum yang masih setengah hati."Ada tangan-tangan di negeri ini yang membawa pelakuillegal fishingmasuk ke Indonesia," ujar Susi dalam pertemuanChief Editors Meetingdi Jakarta, Senin 1 Desember 2014.Ia kemudian membandingkan di negara lain. Di sejumlah negara seperti Amerika dan Australia, proteksi terhadap hasil laut mereka telah dilakukan dengan baik. Kedua negara itu, menganggap hasil laut mereka sama pentingnya dengan kedaulatan bangsa."Karena itu, selama 10 tahun terakhir, banyak pelaku pencuri ikan yang sudah terbatas geraknya masuk ke perairan Indonesia. Sebab apa? Negara kita belum merevisi perundangan yang berkaitan dengan kelautan kita," ujar Susi.Potensi hasil laut di Indonesia,kata Susi, begitu melimpah. Panjang pantai yang dimiliki Indonesia saja menempati urutan kedua di dunia. Namunsayang, Indonesia hanya menempati urutan kelima dalam kegiatan ekspor ikan."Di negara kita, ikan laut jadi mahal. Padahal jumlahnya melimpah. Dan kini, kita disuruh ganti makan ikan dengan ikan lele dan nila, yang notabenenya pakan ikan tersebut didapat dari impor," katanya.Sejauh ini, Susi mengaku, paska penerbitan moratorium dantranshipmentuntuk kapal asing penangkap ikan dengan ukuran 30 gross ton (GT), belum ada keluhan dari negara lain. Ia meyakini, seluruh negara khususnya ASEAN menghormati kebijakan yang diterapkan Indonesia."Sampai hari ini belum ada komplain dari negara lain soalmoratorium kita. Saya pikir mereka sangat menghormati kebijakan kita. Laut ini milik dunia, jadi mereka mengakui kebijakan yang sudah kita buat," tutupnya. (ren)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel